BRT Segera Hadir di kota Jambi  

Minggu, 21 April 2019 - 19:59:14


Kadishub Kota Jambi Saleh Ridho
Kadishub Kota Jambi Saleh Ridho /

Radarjambi.co.id - KOTA JAMBI - Terkait perencanaan Pemerintah Kota Jambi mengenai program angkutan masal yakni Bus Rapit Transit (BRT) moda transportasi kekininan berbasis online yang segera hadir di Kota Jambi.

Bus Rapid Transit (BRT) direncanakan akan segera hadir di kota Jambi sebelum hari raya Idul fitri, 2019 ini.

Disampaikan Walikota Jambi Syarif Fasha bahwa Pemkot Jambi sudah menjajaki kerjasama dengan pihak swasta. Nantinya BRT ini akan hadir seperti capsule bus atau mobil engkel yang bermuatan 14 penumpang termasuk dengan sopir.

Menurut Fasha dimana saja posisinya penumpang bisa dijemput menggunakan BRT dengan sistem online.

"Untuk awal ini akan dibuka 5 sampai dengan 6 koridor, dimana saja lokasi penjemputan," kata Fasha.

Menurutnya angkot kedepan tidak akan mati, karena, Angkot akan berperan sebagai pengumpan titik kumpul.

"Nanti angkot yang mengumpan di lorong-lorong kecil, baru nanti penumpang naik di koridor yang sudah ada," jelasnya.

Fasha menargetkan harus ada 100 bus yang tersedia agar BRT ini terus berkembang. Namun menurutnya sebelum Lebaran ini akan hadir 5 bus sebagai percobaan. Pihaknya saat ini masih membuat jalur koridor, serta menyesuaikan tarif.

"Saat ini bus nya masih dipesan di karoseri, kalau tidak terkejar paling lambat awal Juli sudah bisa diakses," katanya.

Sebelumnya diberitakan BRT akan hadir dengan berbagai kenyamanan bagi para penumpang. Selain bisa dipesan seperti ojek online, BRT juga dilengkapi dengan peta yang bisa disesuaikan dengan koridor bus yang tersedia.

Selain itu, pada capusule bus akan dilengkapi dengan berbagai keamanan dan kenyamanan. Seperti kamera CCTV, free wifi, tujuan bisa disesuaikan, dan pembayaran dilakukan dengan non tunai.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kadishub Kota Jambi Saleh Ridho mengatakan bahwa perencanaan program angkutan masal yang diwacanakan pemerintah Kota Jambi segera hadir di kota Jambi.

"Insyaallah bisa dioperasikan dan disesuaikan dengan kapasitas jalan," ujarnya.

BRT yang untuk koridor dalam Kota nantinya akan menggunakan kapasitas 14 Shift dan di jalur lingkar nantinya pemkot juga akan mengajukan proposal ke kementerian perhubungan untuk meminta bus.

"Jadi ada koridor lingkar, ada koridor jalur di dalam Kota, untuk angkutan kota yang beroperasi saat ini, kita akan jadikan mereka feeder supaya ada konektifitas dari feeder ke bus yang ada," jelasnya.

Prinsip dasar dari transportasi itu adalah konektifitas dan edward, sehingga tidak terlalu lama masyarakat bisa mengakses angkutan kota tersebut.

"Ini yang kita harapkan serta persiapan-persiapan sedang kita lakukan dan mudah-mudahan ini bisa berjalan sesuai harapan," terangnya.

Ridho juga menjelaskan untuk rute koridor utama sama seperti koridor yang saat ini ada dan nantinya akan dipindahkan angkot tersebut ke feeder.

"Kita nantinya akan menyesuaikan apabila masyarakat harus berjalan menuju ke titik kumpul BRT tidak terlalu jauh, maksimal 50 meter dari rumah," paparnya.

Program yang masih dalam proses perencanaan, nantinya pemkot akan mengumpulkan PO-PO, koperasi dan khususnya yang mempunyai izin dan nantinya akan duduk bersama untuk membahas feeder yang telah disepakati kemudian mereka menentukan mainnya dimana.

“Kedepanya Pemkot juga harus berperan terhadap feeder-feeder angkutan kota Jambi itu sendiri contohnya seperti adanya subsidi kepada pelajar. Perencanaan Ini juga murni investasi dari pihak swasta karena mereka melihat Kota Jambi berkembang sangat pesat sehingga mereka berencana berinvestasi terhadap transportasi publik yang ada di Kota Jambi,”terang Saleh Ridho.

“Untuk pembayaran BRT nantinya tetap akan dikenakan biaya, namun ini semua akan dikaji terlebih dahulu berapa kesesuaian tarif yang di mungkinkan dan jika ada subsidi berapa yang akan di subsidikan,”imbuhnya.

 

 

Reporter : Musriah

Editor     : Ansori